Perjalanan Kami

Jam Tangan yang Kami Doakan

1. Kebisingan

Semua berawal dari perasaan yang kita semua kenal. Anda duduk untuk membaca Al-Quran, hanya sepuluh menit. Anda membuka aplikasi di ponsel. Tapi sebelum ayat pertama terbaca, notifikasi muncul. Pesan. Berita. Email. Dan begitu saja, momen itu hilang.

Kami merasakannya setiap hari. Kami pengembang dan insinyur, ya. Kami mencintai teknologi. Tapi kami mulai merasa perangkat kami mengambil sesuatu yang berharga dari kami. Mereka menuntut perhatian kami, terus-menerus, secara agresif.

Kami melihat pergelangan tangan kami. Kami melihat smartwatch yang bisa melacak langkah, kalori, tidur. Mereka hebat dalam melacak tubuh kami. Tapi mereka tidak melakukan apa pun untuk jiwa kami.

2. Terhubung Sempurna, Terputus Secara Spiritual

Kami menyadari kebenaran yang menyakitkan: kami lebih terhubung dengan dunia daripada sebelumnya, tetapi kami terputus dari Allah. Alat di saku kami dibuat oleh perusahaan yang menginginkan perhatian kami. Tujuan mereka adalah membuat kami terus menggulir, mengklik, menonton.

Mereka tidak mengerti bahwa bagi kami, waktu bukan hanya uang. Waktu adalah hidup kami. Waktu adalah kesempatan kami untuk mendapatkan Jannah. Kami mencari alternatif. Kami menginginkan perangkat yang menghormati kami. Perangkat yang mengerti bahwa ketika adzan berkumandang, segalanya bisa menunggu. Kami tidak menemukannya. Jadi, kami memutuskan untuk membuatnya.

3. Tertulis dalam Darah Kami

Kami tidak butuh peneliti untuk memberi tahu apa yang diinginkan umat Islam. Kami tidak butuh kelompok fokus untuk menjelaskan rasa sakit dari gangguan. Kami tahu karena kami menjalaninya.

"Pemahaman ini mengalir seperti darah dalam tubuh kami."

Kami tahu kelegaan mendengar adzan saat Anda cemas. Kami tahu kenyamanan membaca satu ayat saja saat merasa kewalahan. Kami tahu ketakutan saat bepergian — bertanya-tanya di mana makanan halal, atau ke mana arah sholat. Kami adalah pengguna. Rabbani bukan produk yang kami buat untuk "pasar". Ini adalah solusi yang kami buat untuk hati kami sendiri.

4. Membangun Tempat Perlindungan

Ketika kami mulai membangun Rabbani, niat kami sederhana: Kurangi kebisingan. Tingkatkan dzikir.

  • Adzan: Kami tidak ingin alarm yang keras. Kami membuat getarannya lembut, seperti teman yang menepuk bahu.
  • Al-Quran: Kami menghabiskan berbulan-bulan memastikan teks di pergelangan tangan jelas, indah, dan penuh hormat. Kami ingin Anda membawa Kalamullah bersama Anda, secara fisik dan spiritual.
  • Kesederhanaan: Kami menghilangkan kekacauan. Tidak ada feed media sosial. Tidak ada ticker berita. Hanya alat yang Anda butuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik.
Rabbani

5. Undangan Kami untuk Anda

Rabbani adalah doa kami dalam bentuk kode. Ini adalah upaya kami untuk merebut kembali waktu dan perhatian kami. Kami membuat jam tangan ini untuk membantu kami menjadi Muslim yang lebih baik. Agar kami bisa mengingat Allah di toko kelontong, di kantor, di kereta.

Kami membuatnya karena kami sangat membutuhkannya. Dan sekarang, kami mempersembahkannya kepada Anda. Kami berharap ini membawa kedamaian di pergelangan tangan Anda dan dzikir di hati Anda.

— Tim Rabbani